Salatiga, 5 Desember 2024 – Dalam rangkaian kegiatan Rihlah Pondok Pesantren se-Solo Raya bertema “Perkuat Komitmen, Perluas Pemberdayaan untuk Mengeksplorasi Kemandirian Ekonomi Pesantren Solo Raya”, Pengurus HEBITREN Solo Raya merumuskan tiga program prioritas untuk tahun 2025. Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo ini berlangsung di Hotel Laras Asri, Salatiga, pada 3–5 Desember 2024.

Kegiatan tersebut melibatkan 30 pondok pesantren penerima program pengembangan ekonomi syariah di wilayah Solo Raya. Dalam forum diskusi dan musyawarah yang digelar, tiga program unggulan untuk 2025 dirumuskan, yaitu:

  1. Pendataan dan Kurasi Potensi Ekonomi Pesantren
    Program ini bertujuan untuk memetakan dan mengoptimalkan potensi ekonomi dan bisnis yang dimiliki oleh pondok pesantren di Solo Raya.
  2. Digitalisasi Produk Pondok Pesantren
    Digitalisasi ini diwujudkan melalui aplikasi HEBIMART dan Laporeksyar untuk memasarkan produk pesantren secara daring, serta aplikasi pencatatan keuangan SIAPIK yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mendukung tata kelola keuangan pesantren secara profesional.
  3. Pendirian Distribution Center HEBITREN Solo Raya
    Distribution Center ini akan menjadi pusat kegiatan bisnis anggota HEBITREN Solo Raya, memfasilitasi distribusi produk-produk pesantren secara lebih efektif dan efisien.

Dalam kegiatan ini, seluruh anggota HEBITREN Solo Raya juga diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan selama tahun 2024. Mayoritas anggota memberikan respon positif, terutama terhadap dukungan nyata yang diberikan oleh Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Ketua HEBITREN Solo Raya KH. Miftahul Huda menyampaikan bahwa program-program prioritas ini diharapkan dapat semakin memperkuat kemandirian ekonomi pesantren sekaligus memperluas pemberdayaan di sektor bisnis dan digitalisasi. “Sinergi antara pesantren, Bank Indonesia, dan stakeholder lain menjadi kunci dalam mewujudkan roadmap ini,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi HEBITREN Solo Raya untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi, demi mendukung pesantren sebagai pilar pemberdayaan ekonomi umat yang mandiri dan berkelanjutan.

Untuk pendataan Potensi Bisnis Pondok Pesantren Anggota HEBITREN Solo Raya silahkan klik link berikut.