Solo – Dalam upaya memperkuat ekosistem bisnis halal berbasis pesantren, Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya menggelar Diskusi dan Sosialisasi Unit Bisnis HEBITREN di Resto Pawon Ayu, Solo. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat, Ketua HEBITREN Solo Raya KH. Miftahul Huda, serta seluruh pengurus HEBITREN Solo Raya.

Salah satu fokus pembahasan utama adalah kerjasama strategis antara pesantren dan Biro Umroh PT. El Nusa, bagian dari PT. Roudhoh Multazam Indonesia, dalam rangka memberdayakan santri dan pengelola pesantren menjadi mitra bisnis umroh. Melalui program ini, para santri akan mendapatkan edukasi fiqh umroh, pelatihan digital marketing, dan pendampingan bisnis halal.

Sinergi Pesantren dan Industri Umroh

Kerjasama ini menjadi langkah nyata dalam memperluas peluang ekonomi syariah di kalangan pesantren. Dengan menjadi mitra biro umroh, pondok pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai sentra pemberdayaan ekonomi umat.

Kepala KPw BI Solo Dwiyanto Cahyo Sumirat menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap penguatan unit bisnis di pesantren, yaitu untuk Memperkuat ekonomi umat harus dimulai dari mencari solusi-solusi ekonomis dan terus semangat dalam berinovasi.

Program Unggulan HEBITREN Solo Raya

Ketua HEBITREN Solo Raya KH. Miftahul Huda menambahkan bahwa pihaknya akan mengembangkan beberapa program unggulan nasional di tingkat regional, salah satunya WIZSTREN (Wisata Ziarah Santri dan Ekonomi Pesantren).

“Program ini akan dikelola oleh talenta santri dalam mengembangkan unit bisnis HEBITREN Solo Raya. Kami menekankan agar seluruh pengurus terus semangat mengurus ekonomi santri dan umat melalui HEBITREN,” tegasnya.

Selain unit bisnis umroh, HEBITREN Solo Raya juga tengah mempersiapkan penguatan Koperasi HEBITREN sebagai wadah sinergi bisnis antar-pesantren.

Menuju Ekosistem Bisnis Halal Pesantren

Kolaborasi antara pesantren, Bank Indonesia, dan sektor swasta ini menjadi contoh konkret dari model pentahelix pengembangan ekonomi syariah di daerah. Dengan penguatan kapasitas santri di bidang bisnis halal, HEBITREN Solo Raya diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi umat di wilayah Jawa Tengah.