Sukoharjo (21 Desember 2025) – Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya bersama ISCALA menegaskan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren melalui penguatan literasi dan praktik e-commerce. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan e-commerce yang diikuti oleh 150 santri dari perwakilan 8 kota/kabupaten di Solo Raya, bertempat di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Surakarta.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali santri dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan platform digital sebagai sarana pemasaran dan pengembangan unit usaha pesantren. Para peserta merupakan santri pilihan dari pesantren anggota HEBITREN Solo Raya yang selama ini aktif mengembangkan usaha berbasis ekonomi syariah.

Kegiatan pelatihan dipandu langsung oleh Charlie Abdullah, seorang Certified TikTok Trainer, yang membagikan strategi praktis pemanfaatan e-commerce dan media sosial, khususnya TikTok, sebagai kanal pemasaran produk pesantren. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar e-commerce, personal branding, pembuatan konten promosi, hingga teknik meningkatkan penjualan melalui platform digital.

Menurut penyelenggara, kolaborasi antara HEBITREN dan ISCALA ini menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan transformasi digital pesantren di era ekonomi kreatif. Pesantren tidak hanya didorong sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai inkubator wirausaha santri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui pelatihan ini, diharapkan santri mampu menjadi motor penggerak ekonomi pesantren dengan memanfaatkan e-commerce secara profesional, berkelanjutan, dan sesuai dengan nilai-nilai syariah. Ke depan, HEBITREN dan ISCALA berkomitmen untuk terus menghadirkan program pendampingan lanjutan agar pesantren di Solo Raya semakin siap bersaing di pasar digital nasional maupun global.