SURAKARTA – KPw Bank Indonesia Solo bersama Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya menggelar kegiatan Halaqah Pengembangan Usaha Green House Pondok Pesantren bertema “Ekosistem HEBITREN Solo Raya Menuju Kemandirian dan Keberlanjutan: Bergerak, Bertumbuh, Berdampak” pada 8–10 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Takmirul Islam Surakarta ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat ekosistem pertanian modern berbasis pesantren yang telah mendapatkan dukungan penuh dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo.

Pengasuh Pondok Pesantren Takmirul Islam, KH. Muhammad Adhim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta dan pendamping yang berasal dari berbagai pondok pesantren anggota HEBITREN Solo Raya.

“Selamat datang di Pondok Pesantren Takmirul Islam. Kami menyambut dengan penuh kebahagiaan seluruh peserta halaqah. Semoga kegiatan ini menjadi sarana memperkuat kolaborasi dan mempercepat kemajuan ekonomi pesantren melalui sektor pertanian modern,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua HEBITREN Solo Raya, KH. Mifathul Huda, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KPw Bank Indonesia Solo atas berbagai program pemberdayaan ekonomi pesantren yang telah diberikan selama ini. Menurutnya, bantuan pengembangan green house yang telah diterima sejumlah pesantren harus dijaga, dikembangkan, dan dipertanggungjawabkan dengan baik sebagai amanah yang diberikan negara melalui Bank Indonesia.

“Kita harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Green house yang sudah dibangun bukan hanya fasilitas produksi, tetapi juga sarana pendidikan kewirausahaan, penguatan etos kerja, dan pemberdayaan ekonomi pesantren. Amanah ini harus terus dikembangkan agar memberikan manfaat yang semakin luas,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala KPw Bank Indonesia Solo, Hesti Candrasari, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pengembangan ekonomi pesantren, khususnya melalui sektor pertanian dan ketahanan pangan berbasis pesantren.

Menurutnya, kegiatan halaqah ini tidak hanya menjadi forum evaluasi bagi pondok pesantren penerima program, tetapi juga wadah untuk memperbarui wawasan dan keterampilan para pengelola green house. Untuk itu, kegiatan menghadirkan pakar pertanian dari Universitas Brawijaya Malang yang memberikan penguatan materi terkait pengelolaan pertanian modern, produktivitas lahan, hingga strategi keberlanjutan usaha pertanian pesantren. Menjadi narasumber utama adalah Dr. Samsul Hadi dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang.

“Pesantren yang telah menerima program pengembangan dari Bank Indonesia perlu terus mendapatkan pembaruan ilmu dan pendampingan. Karena itu kami menghadirkan narasumber yang kompeten agar pengelolaan green house semakin profesional dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar,” ujar Hesti Candrasari.

Kegiatan halaqah dilaksanakan selama tiga hari. Hari pertama diisi dengan sesi teori dan penguatan kapasitas pengelola green house melalui berbagai materi teknis dan manajerial. Selanjutnya pada hari kedua dan ketiga, para pendamping bersama tim ahli melakukan kunjungan lapangan ke lokasi green house milik pondok-pondok anggota HEBITREN Solo Raya.

Melalui kunjungan tersebut, peserta memperoleh pendampingan langsung sesuai kondisi masing-masing lokasi, mulai dari aspek budidaya, manajemen produksi, pengelolaan sarana prasarana, hingga strategi pengembangan usaha. Program ini juga menjadi langkah pemetaan untuk peningkatan dukungan terhadap green house pesantren yang telah menunjukkan perkembangan signifikan.

Dengan semangat “Bergerak, Bertumbuh, Berdampak”, HEBITREN Solo Raya bersama KPw Bank Indonesia Solo berharap ekosistem pertanian pesantren dapat berkembang semakin kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Ke depan, green house pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi pangan, tetapi juga menjadi laboratorium kewirausahaan, pusat pembelajaran santri, dan penggerak ekonomi umat yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.