Klaten, 11 Juni 2025 – Pondok Pesantren Ki Ageng Selo Klaten kembali melakukan aksi nyata dalam bidang ketahanan pangan dengan menggelar panen melon premium organik jenis Inthanon. Kegiatan panen ini merupakan panen ke-8 sejak dimulainya program green house berbasis Internet of Things (IoT) pada tahun 2022.

Acara panen kali ini dipimpin langsung oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Hesti Candra Sari, dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting kepala Kemenag Kab. Klaten, Perwakilan Perguruan Tinggi, dan Pengurus HEBITREN Solo Raya.

BI Solo Dukung Ketahanan Pangan Melalui Program Infratani IoT

Dalam agenda tersebut, Hesti Candra Sari hadir bersama Kepala Tim Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah BI Solo, Yohan Agusta Harmawan, serta jajaran staf dari BI Solo. Hal ini menunjukkan komitmen Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi pesantren melalui program Infratani IoT Green House di Solo Raya.

Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi pesantren di bidang pertanian modern, khususnya dalam budidaya melon premium organik yang menggunakan pupuk ramuan alami hasil karya pondok pesantren.

Sinergi BI, HEBITREN, dan Kemenag Klaten dalam Pemberdayaan Ekonomi Pesantren

Turut hadir dalam acara panen ini, Ketua HEBITREN Solo Raya KH. Miftahul Huda, bersama para pengurus lainnya yang mendukung pengembangan ekosistem bisnis halal di lingkungan pesantren, termasuk program unggulannya adalah Green House Melon Inthanon dan Cabe orgnanik.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Klaten, Dr. H. Anif Solikhin, S.Ag., M.S.I., juga menyampaikan dukungannya atas program ketahanan pangan berbasis pesantren yang selaras dengan program Kemenag dalam pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren.

Pondok Ki Ageng Selo Panen Melon Inthanon untuk Kedelapan Kalinya

Pimpinan Pondok Pesantren Ki Ageng Selo Klaten, Kyai Heri Sarwoko, menyampaikan bahwa ini merupakan panen ke-8 sejak program ini berjalan.

“Alhamdulillah, panen kali ini membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi garda terdepan dalam ketahanan pangan berbasis teknologi. Terima kasih kami sampaikan kepada Bank Indonesia Solo sebagai inisiator dan pendamping utama, serta kepada Kemenag Klaten yang selalu mendukung,” ungkap beliau.

Melon Inthanon yang dipanen dikenal sebagai melon unggul dengan cita rasa manis, tekstur renyah, serta ditanam secara organik tanpa pestisida kimia.