Sukoharjo – (Senin, 28 April 2025) Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi antar lembaga stakeholders, Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya menggelar acara Halal Bihalal di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Mas Said Surakarta pada hari Senin, 28 April 2025. Acara ini turut dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk dewan pembina dan pengurus HEBITREN Solo Raya, delegasi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Surakarta, pimpinan BTN Syariah Surakarta, Rektor dan Pimpinan UIN Raden Mas Said Surakarta, serta Dekan dan Pimpinan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta.
Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua HEBITREN Solo Raya, K.H. Lasdi Miftahul Huda, S.Ag., yang menyampaikan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antarpihak dalam mendukung kemajuan ekonomi berbasis pesantren di wilayah Solo Raya. Dalam kesempatan ini, K.H. Lasdi menekankan prioritas pendataan potensi bisnis pesantren, yang menjadi pijakan bagi berbagai pihak dalam menggulirkan program dan kegiatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. Dr. Toto Suharto, S.Ag., M.Ag., juga menyampaikan sambutan hangat, mengingatkan pentingnya peran pesantren dalam mendukung cita-cita besar pemerintah, seperti penguatan SDM unggul, peningkatan toleransi antarumat, serta pemerataan ekonomi melalui kewirausahaan santri. Rektor juga menyampaikan hasil MoU antara UIN Raden Mas Said Surakarta dengan Gubernur Jawa Tengah, salah satu poin penting yaitu penguatan ekonomi pesantren di Jawa Tengah, dalam konteks ini, Rektor UIN Raden Mas Said menyampaikan arahannya untuk melaksanakan Pesantren Expo pada peringatan hari Santri Oktober 2025.
Pada sesi diskusi, Ketua HEBITREN Solo Raya, bersama para tamu undangan, membahas langkah-langkah konkret yang perlu dilakukan untuk mendukung perkembangan bisnis pesantren. Salah satu agenda utama adalah pentingnya pendataan potensi ekonomi dan bisnis pesantren, yang dapat mencakup berbagai aspek, seperti bidang usaha, perizinan, sertifikasi halal, serta proses produksi dan pemasaran.Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta menegaskan bahwa pendataan ini akan berfungsi sebagai landasan bagi keberlanjutan program-program yang akan dilaksanakan. FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta juga berkomitmen untuk mendukung program tersebut melalui berbagai program yang melibatkan mahasiswa, sepertiKuliah Kerja Nyata (KKN) dan bentuk kegiatan lainnya.
Delegasi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Surakarta juga memberikan perspektif baru mengenai pendataan bisnis pesantren. Menurut mereka, pendataan harus dilakukan dengan strategi yang lebih riil, seperti kunjungan langsung ke pesantren. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan data yang lebih akurat, yang nantinya dapat digunakan untuk memetakan kebutuhan program bagi pesantren sesuai dengan kategori yang telah dikembangkan oleh Bank Indonesia. BI juga berharap dapat membangun ekosistem ekonomi antarpesantren untuk mendukung pembangunan ekonomi yang lebih kuat.
Dekan FEBI UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof. M. Rahmawan Arifin, M.Si., menegaskan kesiapannya untuk mensukseskan pendataan bisnis pesantren dan menargetkan bahwa proses pendataan dapat selesai pada tahun 2025 ini, untuk mendukung berbagai kegiatan pada Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2025.Selain itu, Wakil Rektor III UIN Raden Mas Said Surakarta menambahkan bahwa ekspo pesantren yang akan digelar pada Hari Santri Nasional sangat penting sebagai sarana untuk menampilkan produk-produk ekonomi pesantren. FEBI juga mendapatkan mandat untuk mengembangkan ekonomi dan bisnis pesantren dalam kerja sama antara UIN Raden Mas Said Surakarta dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Di akhir acara, Pembina HEBITREN Solo Raya menekankan bahwa pendataan harus dilakukan dengan ketat dan menyeluruh, tidak hanya mendata pesantren yang sudah memiliki bisnis, tetapi juga yang memiliki potensi bisnis yang bisa dikembangkan. Semua pihak yang hadir sepakat untuk berkomitmen bersama dalam membangun dan mengembangkan bisnis pesantren di Solo Raya.Sebagai penutup, disepakati bahwa Ekspo Pesantren akan dilaksanakan di UIN Raden Mas Said Surakarta pada 22 Oktober 2025 mendatang, yang menjadi bagian dari perayaan Hari Santri Nasional, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi pesantren dalam penguatan ekonomi lokal.

Foto: M. Irsyad