Penulis : Asep Maulana Rohimat

Solo, 27 Juli 2025 — Atrium Solo Square dipenuhi semangat inovasi dan kearifan lokal dalam gelaran Kenduren UMKM Solo Raya yang mengusung tema “Merawat Tradisi, Merayakan Inovasi, UMKM Lestari”. Acara ini diinisiasi oleh KPw Bank Indonesia Solo bekerja sama dengan berbagai stakeholder ekonomi kreatif di Solo Raya.

HEBITREN Solo Raya Tampilkan Produk Greenhouse Pesantren

Salah satu sorotan dalam pameran UMKM tersebut adalah partisipasi aktif dari HEBITREN Solo Raya, yang menghadirkan berbagai produk unggulan dari pondok pesantren anggota. Di antaranya adalah melon organik dan cabai organik dari Kyase Greenhouse milik Pondok Pesantren Ki Ageng Selo Klaten.

KH. Heri Sarwoko, pengasuh pondok pesantren, menyampaikan rasa syukurnya atas sambutan hangat dari pengunjung.

“Melon dan cabe organik, alhamdulillah terjual laris manis,” ujarnya dengan penuh antusias.

Produk-produk tersebut merupakan hasil dari program smart farming berbasis IoT (Internet of Things) yang dikembangkan dalam inkubasi bisnis bersama Bank Indonesia dan DEKS (Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah), sebagai wujud nyata kontribusi pesantren dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Dukungan Penuh dari HEBITREN Solo Raya

Ketua HEBITREN Solo Raya, KH. Miftahul Huda, turut hadir dan menyampaikan pentingnya peran aktif pondok pesantren dalam ekosistem UMKM.

“Kami mendorong agar anggota HEBITREN Solo Raya terus aktif mengikuti berbagai event pameran UMKM seperti ini. Dengan begitu, produk pesantren akan semakin dikenal dan diminati oleh masyarakat luas,” tuturnya.

Sinergi Tradisi dan Inovasi dalam Pengembangan UMKM

Kenduren UMKM Solo Raya 2025 tidak hanya menjadi ajang promosi produk, namun juga sarana edukasi, kolaborasi, dan inovasi bagi pelaku usaha lokal. Dengan mengusung nilai-nilai kultural yang dikemas secara modern, acara ini sukses mempertemukan pelaku UMKM, pemerintah, institusi keuangan, dan masyarakat dalam satu ruang interaksi kreatif.