Sukoharjo, (17 Juli 2025) – Himpunan Ekonomi dan Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya menggelar rapat rutin pengurus di Sekretariat HEBITREN yang berlokasi di Pondok Pesantren Al-Hikmah, Sukoharjo. Rapat ini menghasilkan beberapa poin penting terkait penguatan ekosistem bisnis halal berbasis pesantren dan kolaborasi strategis dengan Bank Indonesia.
Rapat dihadiri oleh jajaran pengurus HEBITREN Solo Raya, Ketua Dewan Pakar KH. Abdullah Faishol, M.Hum (Wakil Rektor 3 UIN Raden Mas Said Surakarta), serta perwakilan dari Bank Indonesia, yaitu Yohan Agusta Harmawan dan Joko Purnomo selaku Tim Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah.
Kurasi Produk Bisnis Pesantren
Dalam rapat tersebut, HEBITREN Solo Raya menegaskan komitmen untuk melanjutkan program kurasi produk-produk bisnis pesantren yang telah berjalan. Program ini bertujuan untuk menyeleksi, membina, dan mempromosikan produk unggulan dari pesantren anggota HEBITREN agar layak bersaing di pasar lokal, nasional, bahkan global.
Langkah ini sejalan dengan visi HEBITREN dalam membangun rantai pasok halal berbasis komunitas pesantren, yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada pemberdayaan santri dan masyarakat sekitar.
Dukungan terhadap Kenduren dan Syekaten Bank Indonesia 2025
HEBITREN Solo Raya juga menyampaikan dukungan penuh terhadap dua program unggulan Bank Indonesia, yaitu Kenduren dan Syekaten, yang akan diselenggarakan pada bulan Juli dan Agustus 2025. Kedua program ini dirancang untuk mendorong UMKM halal, memperkuat literasi keuangan syariah, dan mempromosikan produk lokal berbasis kearifan budaya Jawa.
HEBITREN memandang kegiatan ini sebagai peluang strategis untuk memamerkan produk-produk hasil kurasi pesantren serta memperluas jejaring dengan pelaku usaha, investor, dan masyarakat umum.
Kolaborasi Strategis antara Pesantren, BI, dan Akademisi
Rapat juga menjadi ajang konsolidasi antara HEBITREN, otoritas keuangan (Bank Indonesia), dan akademisi dari UIN Raden Mas Said. KH. Abdullah Faishol, M.Hum menegaskan pentingnya peran kampus dalam mendampingi pesantren melalui riset, pendampingan bisnis, dan penguatan tata kelola kelembagaan ekonomi pesantren.
Kerja sama ini akan difokuskan pada pengembangan UMKM syariah, edukasi keuangan inklusif, dan penguatan kelembagaan ekonomi pesantren melalui pelatihan, inkubasi bisnis, dan akses pembiayaan syariah.
Menuju Kemandirian Ekonomi Pesantren dan Ketahanan Pangan
HEBITREN Solo Raya menargetkan agar pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi aktor utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat dan ketahanan pangan nasional. Melalui penguatan sektor riil, pertanian halal, dan produk olahan berbasis pesantren, Solo Raya diharapkan menjadi role model pengembangan ekonomi pesantren tingkat nasional.
