Semarang, Jawa Tengah – Ketua Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Solo Raya KH. Miftahul Huda, S.Ag. hadir sebagai narasumber dalam Workshop Pengembangan Entrepreneur Inkubasi Bisnis Pesantren, yang digelar Direktorat Pesantren, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. Acara ini berlangsung pada 28–30 Juli 2025 di Grand Arkenso Parkview Hotel, Simpang Lima, Semarang.
Workshop ini merupakan bagian dari Program Kemandirian Pesantren Tahun 2025, yang fokus pada pengembangan ekonomi pesantren, pemberdayaan santri, serta penguatan ekosistem bisnis di lingkungan pesantren.
Fokus Workshop Bisnis Pesantren 2025
Dalam pemaparannya, Ketua HEBITREN Solo Raya menekankan pentingnya pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi. Adapun poin utama yang menjadi pembahasan dalam workshop ini, yaitu:
-
Pengembangan ekonomi untuk pesantren melalui usaha produktif dan inkubasi bisnis.
-
Pengembangan perekonomian bagi santri dengan membekali keterampilan kewirausahaan.
-
Pengembangan perekonomian masyarakat pesantren agar pesantren dapat menjadi pusat ekonomi berbasis komunitas.
-
Tugas pemerintah dalam mendukung pesantren, mulai dari regulasi, akses permodalan, hingga pendampingan berkelanjutan.
Peran HEBITREN dalam Kemandirian Pesantren
Sebagai wadah penggerak ekonomi pesantren, HEBITREN Solo Raya berkomitmen mendorong pesantren agar mampu bersaing di era digital. Harapannya, santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga mandiri dalam bidang ekonomi dan kewirausahaan.
Workshop ini diikuti oleh pimpinan pesantren, pengelola unit usaha, santri, hingga perwakilan pemerintah daerah. Dengan kolaborasi ini, diharapkan lahir entrepreneur santri yang dapat memperkuat ekonomi pesantren Indonesia serta menciptakan kemandirian yang berkelanjutan